Tidak terasa bulan Muharram telah tiba, dan kita memasuki sebuah momentum penting yaitu tahun baru Islam 1436 H. Pada Bulan Muharram ini umat Islam tentunya bangga dan bahagia karena inilah satu-satu awal tahun yang teramat dimuliakan oleh Allah swt. Kenapa tidak? Karena pada bulan ini umat Islam disunatkan untuk tafakkur dan muhasabah terhadap perjalanan hidup selama satu tahun yang lalu.
Sebelum Khalifah Umar Bin Khattab menentukan momentum hijrahnya Rasulullah saw. ke Madinah sebagai titik penentu perhitungan hijriyah, bulan Muharram disebut dengan bulan Shafar Awal, karena posisinya yang terletak sebelum bulan shafar.
Nama Muharram secara bahasa dapat diartikan sebagai bulan yang diharamkan. Yaitu bulan yang didalamnya orang-orang Arab diharamkan dilarang (diharamkan) melakukan peperangan. Begitulah kebiasaan mereka tempo dulu mengkhususkan bulan-bulan peperangan dan bulan-bulan gencatan senjata. Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir terdapat keterangan berikut:
Dinamakan bulan Muharram karena bulan tersebut memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan, bahkan bulan ini memiliki keistimewaan serta kemuliaan yang sangat amat sekali dikarenakan orang arab tempo dulu menyebutnya sebagai bulan yang mulia (haram), tahun berikutnya menyebut bulan biasa (halal).
Orang arab jaman dulu meyakini bahwa bulan Muharram adalah bulan suci sehingga tidak layak menodai bulan tersebut dengan peperangan, sedangkan pada bulan lain misalnya shafar, diperbolehkan melakukan peperangan. Nama shafar sendiri memiliki arti sepi atau sunyi dikarenakan tradisi orang arab yang pada keluar untuk berperang atau untuk bepergian pada bulan tersebut.
Dinamakan bulan shafar karena rumah-rumah mereka sepi, sedangkan para penghuninya keluar untuk berperang dan bepergian.
Maka, sesuai dengan penamaannya bulan Muharaam adalah bulan yang di muliakan dan bulan dimana di larang melakukan peperangan. Demikianlah Allah swt. telah menentukan empat bulan yang dimuliakan, tiga di antaranya berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, sedangkan yang terakhir adalah Rajab terletak antara bulan Jumadal Ula dan Sya’ban.
Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya jumlah bulan di Kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram” (QS. At Taubah: 36)
Kata Muharram artinya ‘dilarang’. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Dari Ibnu Abbas RA, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw. berkata, “Saya lebih berhak mengikuti Musa as. dari mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa” (HR Bukhari).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Dari Abu Hurairah RA. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.
Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim).
Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.
Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Mekah dan Madinah
sumber : dari berbagai sumber
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 11 November 2014
Minggu, 02 November 2014
DPD AGPAII Kab. Balangan Gelar PENTAS PAI Tingkat Kabupaten Balangan & Halal Bil Halal
Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabuapaten Balangan menggelar kegiatan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) Tingkat Kabupaten Balangan tahun 2014 yang dilaksanakan di pada hari Kamis, 30 Oktober 2014 bertempat di Gedung Sanggam Paringin, Masjid Sa’adah, Langgar Attaqwa, SMPN 1 Paringin, dan SDN Paringin dan Kegiata Halal Bil Halal Guru PAI Se-Kabupaten Balangan yang dilaksanakan hari Sabtu, 1 Nopember 2014 bertempat di Aua SKB Paringin.
Kegiatan PENTAS PAI ini digelar bertujuan untuk menyalurkan minat dan bakat peserta didik disemua tingkatan SD, SMP, SMA/SMK se Kabupaten Balangan, juga dalam rangka seleksi tingkat kabupaten Balangan untuk mencari bibit terbaik dalam menyambut kegiatan Pentas PAI Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan pada bulan Nopember 2014 ini.
Ada beberapa kegiatan lomba yang dilaksanakan pada PENTAS PAI Tingkat Kabupaten Balangan, yaitu tingkat SD : Lomba tilawatil Qur’an, Hifzil Qur’an surah-surah pendek, Cerdas cermat PAI, Pidato/ceramah PAI, Tingkat SMP : Lomba Tilawatil Qur’an, Pidato/ceramah PAI, Cerdas cermat PAI dan Seni Kaligrafi; sedangkan tingat SMA/SMK : Lomba Tilawatil Qur’an, Lomba Pidato/ceramah PAI, Seni Nasyid, Debat PAI, dan Kreasi Busana Muslimah.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua DPD AGPAII Kabupaten Balangan Bapak Rahmadi, S. Ag. M. Pd. I “Alhamdulillah kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah kabupaten Balangan, Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Bank Kalsel, Bank Kalsel Syari’ah Paringin, Bank BRI Paringin, dan semua guru-Guru Pendidikan Agama Islam baik yang sudah bersertifikasi maupun yang belum bersertifikasi, PNS mauupun non PNS yang ada di Kabupaten Balangan”.
Adapun hasil kegiatan lomba, adalah sebagai berikut :
Lomba Tilawatil Qur’an tingkat SD juara I Abd Samad (SDN Halong 1), Juara II Nuzulaifa Rahmah (SDN Halong 1), Juara III Noor Rizqiyatun Najhah (SDN Batu Piring). Lomba Pidato PAI Tingkat SD Juara I Rajudin (SDN Kaladan), Juara II Annida Aisya Rahmah (SDN Baruh Penyambaran I), Juara III Rahmawati (SDN Paringin 2); Lomba Cerdas Cermat PAI SD:Juara I SDN Badalunga, Juara II SDN Munjung, Juara III SDN Galumbang; Lomba Hifzil Qur’an SD : Juara I Naza Nisa Azzahra (SDN Sungai Tabuk), Juara II M.Ilham Arif (SDN Sungai Tabuk), Juara III Zahratunnisa (SDN Halong 1);
Lomba Tilawatil Qur’an Tingkat SMP : juara I Ahmad Andrian (SMPS Ikhwanul Muslimin), Juara II Muhammad Hafizh Fuady (SMPN 4 Paringin), Juara III Juriati (SMPN 3 Batumandi); Lomba Pidato PAI Tingkat SMP : Juara I Rizkia Alifa Rahma (SMPN 1 Paringin), Juara II M. Zakaria (SMPN 2 Juai), Juara III Riska (SMPN 2 Awayan); Lomba Seni Kaligrafi : Juara I Norlina hasanah (SMPN 4 Paringin), Juara II M. Syahril (SMPN 2 Paringin), Juara III Safa Marwati (SMPN 4 Batumandi); Lomba Cerdas Cermat PAI : Juara I SMPN 2 Batumandi, Juara II SMPN 1 Paringin, Juara III SMPN 1 Batumandi.
Lomba Tilawatil Qur’an tingkat SMA/SMK : Juara I Muhammad Aulia Rahman (SMAN 1 Juai), Juara II Ahmad Rifani (SMAS Ikhwanul Muslimin), Juara III Akhmad Risfadillah (SMKN 1 Batumandi); Lomba Pidato PAI SMA/SMK : Juara I Ana Muliana (SMAN 1 Paringin), Juara II Normayanti (SMKN 1 Paringin), juara III Siti Rabiatul Adawiyah (SMAN 1 Juai); Lomba Seni Nasyid :Juara I SMAN 1 Paringin, Juara II SMAN 2 Paringin, Juara III SMKN 1 Batumandi; Lomba Debat PAI Juara I SMAN 2 Paringin, Juara II SMKN 1 Batumandi, Juara III SMKN 1 Paringin; Lomba Kreasi Busana Muslimah Juara I Siti Alfiah (SMAN 1 Paringin), Juara II Helma Yanti Kira (SMAN 2 Paringin), Juara III Norkamariah (SMKN 1 Paringin).
Pada Acara Halal Bil Halal Guru Pendidikan Agama Islam se-Kabupaten Balangan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Ahmad Yusuf Ketua MUI Kabupaten Balangan dan penyerahan Tropy kepada pemenang lomba pada kegiatan PENTAS PAI Tingkat Kabupaten Balangan tahun 2014.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Rahmadi, S. Ag, M. Pd. I (ketua DPD AGPAII Kabupaten Balangan) menyampaikan bahwa kegiatan halal bil halal ini dilaksanakan dalam rangka menyatukan persepsi dan ajang silaturrahmi guru-guru PAI se Kabupaten Balangan guna tugas dan perannya sebagai guru PAI sehingga mudah-mudahan dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik di sekolah. Karena menurutnya, guru PAI merupakan ujung tombak pelaksanakan pembinaan budi pekerti dan akhlak mulia di sekolah, sebab apapun yang terjadi sekolah berupa kemerosotan moral anak didik yang disalahkan adalah guru PAI.
Dalam ceramahnya ketua MUI Kabupaten Balangan KH. Ahmad Yusuf menyampaikan bahwa halal bil halal ini adalah tradisi orang Indonesia di Tanah Arab kata beliau tidak ada istilal halal bil halal yang ada hanya silaturrahmi saja. Juga dalam menghadapi kehidupan ini kita harus mendekatkan diri kepada Allah swt dan mendekat diri kepada rasulullah dalam arti tundak dan patuh kepada segala perintah Allah dan Suruhan rasulullah. Di samping itu, kita juga harus mengeratkan hubungan manusia dengan manusia.
Berkaitan dengan guru, kata beliau harus memberikan keteladanan kepada anak didik, mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan, dan komitmen yang tinggi dalam mendidik bukan hanya sekadar memberikan pelajaran saja.
Minggu, 31 Agustus 2014
Ahlan wa sahlan : Meraih Haji Mabrur
Jamaah haji Indonesia mulai hari ini akan berangkat menuju tanah suci Mekkah.
Apa yang didapat setelah menunaikan ibadah haji tersebut, tentunya menjadi haji yang mabrur (haji yang diterima oleh Allah).
Haji menurut hakikatnya tidak lain adalah olah spiritual. Karena kalau hanya sekedar mengunjungi Makkah dalam arti fisik dapat dilakukan kapan saja kita mau. Oleh karenanya, Makkah letaknya bukanlah sebatas geografis, yakni terletak di Dataran Arab Saudi. Makkah berada di dalam spirit manusia yang tidak ditempuh dengan hanya menggunakan bekal rupiah.
Haji adalah olah spiritual untuk mencapai keyakinan hidup yang hak, yaitu berani dan sanggup mati dalam kebenaran, serta sabar dan ikhlas dalam hidup di dunia. Dimana ruh masih terpenjara dalam wadaq ini. Hidup ikhlas adalah hidup tidak terkontaminasi nafsu berebut kuasa, harta, kelezatan hidup di dunia (Chodjim, 2002 : 209). Maka keikhlasan menjalani hidup menjadi tujuan dari haji. Untuk dapat ikhlas perlu laku atau olah spiritual.
Untuk mampu memperoleh laku yang benar, juga diperlukan keberanian dan kesanggupan memilih jalan yang diyakini benar. Sebagiannya adalah keberanian dan kesanggupan untuk hidup bersahaja dan bersih dari segala perbuatan yang tercela dan mungkar. Hati terbebas dari segala iri, dengki, dendam, kesumat, kikir dan tamak. Pikiran bersih dari keterikatan dengan kelezatan dunia. Rohani dimerdekakan, dan keberagamaan tidak terbelenggu oleh sekedar formalitas. Dan untuk itu semua dibutuhkan kesabaran, memiliki daya juang, dan tidak mudah menyerah dalam upaya mencapai tujuan. Tegar dan kokoh dalam perjuangan hidup yang benar, dan kemauan mempertahankan keyakinan atas kebenaran itu.
Di balik kesabaran itu, juga tersembul kemauan menjaga harmonisme segala hal di dunia ini. Tidak egois, tidak mau menang sendiri, tidak menyerobot hak orang lain. tidak mempermainkan kekuasaan, tidak melanggar hak-hak orang lain. ia selalu memperjuangkan hak hidup dengan tanpa mengorbankan hak orang lain. ia memperjuangkan haknya sekaligus hak orang lain.
Islam bukanlah sekedar simbol. Sehingga termasuk Kabah misalnya, yang berada diMakkah hanya disebut sebagai tiruan yang dibuat manusia. Kabah yang sesungguhnya tidak diketahui letaknya karena berada di alam spiritual. Kabah diri berada di kedalaman ceruk hati. Oleh karenanya kebenaran dan kejujuran tidak harus diburu di Makkah. Allah menyediakan semua tempat dengan ragam hikmah (wisdom)-nya masing-masing. Untuk itulah konsep keberbedaan harus disatukan dalam kerangka litaaruf (saling mengenal)
Do'a Hari Anak Nasional 2014 Kabupaten Balangan
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin
Ash shalawatu wassalamu ‘alaa asyrafil ambiya wal mursalin sayyidinina wa maulana muhammadin wa’alaalihi wa ash haabihi ajma’in.
Ya Allah ya Rabb,
Tuhan penguasa alam semesta ini, kami hadir di tempat ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2014 Kabupaten Balangan...
Ya Allah ya Rahman,
Tuhan yang Maha penyayang...kami sadar bahwa kami adalah generasi penerus bangsa ini, berikanlah bekal kepada kami agar menjadi generasi yang tangguh dan kuat dalam menyongsong persaingan di masa akan datang...
Ya Allah ya Rahim,
Tuhan yang Maha pemurah...berikan kepada kekuatan kepada guru-guru kami agar dapat memberikan bimbingan dan pendidikan yang layak bagi kami, sehingga kami menjadi anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter serta berakhlak mulia...
Ya Allah ya Haadi,
Tuhan yang Maha pemberi petunjuk, berikanlah petunjuk kepada pemimpin-pemimpin kami, sehingga mereka dapat memimpin negeri ini menjadi negeri yang sejahtera dan makmur...
Ya Allah ya Ghafur,
Tuhan yang Maha pengampun, bukakanlah pintu ampunan-Mu kepada orangtua kami, merekalah selama ini yang memelihara dan membimbing kami, sehingga kami dapat berdiri di tempat ini menjadi kebanggaan mereka...
Ya Allah ya Mushawwir,
Tuhan yang Maha pembentuk, berikanlah kepada generasi muda kami kesempatan dan kekuatan untuk dapat memberikan pengabdian yang terbaik bagi negeri ini...
Ya Allah Ya Mujibassaa ilin,
Tuhan yang menerima segala pinta dan do’a kami, terimalah segala permohonan dan minta kami.
Rabbana aatina fiddun ya hasanah wafil akhirati hasanah waqina azabannaar
Wash shallahu ‘ala sayyidina wa maulana muhammadin wa’ala alihi wa ashha bihi ajma’in
Walhamdulillahirrabbil ‘alamin
Paringin, 1 September 2014
Rabu, 13 Agustus 2014
Lomba Media Pembelajaran 2014
Senin, 14 Juli 2014
Empat hal yang menyebabkan dusta
Jumat, 11 Juli 2014
PAI & Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
Pembelajaran sekarang yang difokuskan kepada implementasi Kurikulum 2013 akan berorientasi kepada pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran berbasis proyek (project based learning), pembelajaran berbasis produk (product based learning) dan pembelajaran berbasiskan penyingkapan (discovery based learning. Khusus dalam pembelajaran berbasiskan produk tentunya sebuah pembelajaran yang dihasilkan adalah sebuah hasil yang dapat dimanfaatkan, digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai produk yang tertampil di atas, dilaksanakan dalam pembelajaran yang melibatkan peran siswa dan instruktur. Untuk ke depannya akan diterapkan pembelajaran berbasis produk dengan melibatkan siswa secara total, sehingga skill yang dimiliki siswa benar2 siap pakai. Hal ini menanggapi permintaan DUDI akan lulusan SMK Bisa yang tidak hanya slogan semata.
Keuntungan bagi siswa:
1. Siswa mendapatkan latihan praktik akan kebutuhan dudi lebih banyak, sehingga skil yang dimiliki akan terasah lebih baik.
2. Standar kelulusan pada kompetensi dasar tertentu didasarkan pada produk yang dapat diterima oleh DUDI
3. Mengaplikasikan berbagai kompetensi secara langsung dalam pembuatan produk
4. Siswa siap terjun langsung baik di DUDI maupun membuka peluang usaha ketika lulus dari satuan pendidikan
Keuntungan bagi guru:
1. Dapat mengaplikasi pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan
2. Skil guru bertambah dan lebih terasah
3. Menerapkan jiwa kewirausahan dan menambah penghasilan secara mandiri
Keuntungan bagi sekolah:
1. Mencetak peserta didik yang berkompeten
2. Menghemat pengeluaran akan kebutuhan praktik
3. Mendapatkan pemasukan secara finansial sehingga sekolah lebih mandiri (analisis usaha akan dibahas pada tulisan berikutnya)
4. Media promosi bagi sekolah
Dalam hal mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti tentunya akan diinginkan sebuah pembelajaran yang menghasilkan dan bermanfaat. Tentunya hal ini telah dicanangkan oleh Rasulullah saw. "al ilmu yanfau" (ilmu pengetahuan yang bermanfaat). Ada beberapa kajian tentang hasil produk yang jika dilaksanakan oleh seorang guru Agama Islam ketika dia telah melaksanakan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam sebuah kelasnya.
Mudah-mudahan seiring diimplementasikannya kurikulum 2013 ini, pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di sekolah menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu oleh peserta didiknya di kelas. Dan menjadi pembelajaran yang menghasilkan manfaat bagi dirinya yang akan datang. semoga.
Bandung, 11 Juli 2014














