Rahmadi, 2010, Meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VIII A SMPN 4 Paringin Kabupaten Balangan dalam memahami Iman kepada Rasul Allah Melalaui Model pembelajaran Bermain peran sebagai Tamu dan Tuan Rumah, Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Kata-kata Kunci: Meningkatkan, prestasi belajar, bermain peran, tamu, tuan rumah
Kenyataaan dilapangan bahwa Banyak dijumpai prestasi belajar siswa masih rendah/belum tuntas, sehingga perlu proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
PTK kolaboratif ini bertujuan agar guru Pendidikan Agama Islam 1) mengetahui Bagaimana penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran Sebagai Tamu dan Tuan rumah dapat meningkatkan prestasi dan hasil belajar siswa dalam memahami Iman kepada Rasul Allah. 2)Bagaimana Mengetahui keberhasilan guru dilihat dari aktifitasnya dalam menerapkan Model Pembelajaran Bermain Peran Sebagai Tamu dan Tuan rumah.
Subjek pelaku pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam kelas VIII A, subjek penerima tindakan siswa kelas VIII A Semester II tahun pelajaran 2009/2010 SMPN 4 Paringin Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan.
Data yang diperoleh melalui observasi, catatan lapangan dan review. Semua data diperiksa dengan trianggulasi penyidik. Data dianalisa secara deskriptif kualitatif model alur.
Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini, pertama, penerapan model pembelajaran Bermain peran sebagai tamu dan tuan ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam memahami Iman kepada Rasul Allah. Kedua, subjek pelaku tindakan kelas berhasil melaksanakan model pembelajaran Bermain peran sebagai tamu dan tuan. Penerapan Model Pembelajaran Bermain peran sebagai tamu dan tuan rumah dalam memahami Iman kepada Rasul Allah meningkat secara signifikan.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 01 April 2013
Pantaskah Aku Menjadi Guru Berprestasi?
Rabu, 06 Februari 2013
Rabiul Awwal Bulan Shalawat
Bulan Rabiul Awwal telah tiba, gegap gempita masyarakat muslim mempersiapkan berbagai kegiatan untuk memperingati lahirnya seoramg Nabi dan Rasul akhir zaman Muhammad saw. Ketika seorang muslim melakukan peringatan ini tentunya dibaca berbagai bentuk syair mauled yang ada di dalamnya.
Kalau kita melihat semua isi dari maulid-maulid yang ada, baik maulid Al Habsyi, Syaraful Anam, Ad Diba’i, Al Banzanji ataupun maulid Al ‘Azab maka kita akan temukan isinya terdiri sejarah kelahiran, sifat-sifat dan seluruh tingkah laku sejak lahir sampai wafatnya baginda Rasul SAW. Dan kebanyakan isinya berupa puji-pujian terhadap Baginda Rasul SAW. Serta shalawat-shalawat terhadap Nabi Muhammad SAW.
Ucapan shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Merupakan ibadah yang sangat tinggi nilainya disisi Allah SWT. Mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad SAW merupakan ibadah yang tidak pernah di tolak oleh Allah SWT. Karena Allah dan para malaikat-Nya juga bershalawat atas Nabi Muhammad SAW. Seperti firman Allah dalam Al Qur’an :
ان الله و ملائكته يصلون علي النبي ياايها الدين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما (الاحزاب : 56)
Artinya : “Seseungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al Ahzab : 56).
Shalawat adalah jamak darai kata shalah artinya do’a dan memohon berkat. Shalawat orang yang beriman untuk Nabi adalah permohonan ampun kepada Allah untuk beliau dan shalawat Allah SWT. Adalah rahmat dan sanjungan-Nya untuk Nabi disisi malaikat-Nya.
Lafazh shalawat yang paling mudah adalah untaian kalimat “Allahumma shalli ‘ala Muhammad “ اللهم صل علي محمد) ). Dann shlawat atas nabi banyak sekali, Mahmud Sami, seorang penulis Arab, dalam bukunya “Fii Mukhtashar Fi Ma’ani Asmail husna”, mengumpulkan teks-teks shalawat sampai 70 macam banyaknya dengan teks yang berbeda, berasal dari berbagai sahabat dengan nama yang beragam, umpamanya shalawat Ibrahimiyah, shalawat tafrijiyah dan lain-lain.
Seorang muslim bershalawat dengan mengatakan “Allahumma shalli ‘ala Muhammad”, maka maksudnya adalah ia berdo’a kepada Allah untuk memuliakan nabi di dunia dengan meninggikan namanya, menampakan agamanya dan mengekalkan pengamalan syari’at-syari’at kepada ummatnya, melipat gandakan ganjaran dan pahalanya serta menampakkan kelebihannya baik umat yang terdahulu maupun umat terkemudian.
Hal ini di dikemukakan oleh hadits Nabi, yang berbunyi :
من صلي علي صلاة صلي الله بها عشرا (رواه مسلم)
Artinya : “Seseorang yang bershalawat kepada satu kali, kata Nabi, niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali” . (HR. Muslim)
Dalam hadits lain, Nabi juga mengemukakan keutamaan orang yang bershalawat. Diantaranya seperti : “Siapa yang bershalawat kepadaku kata beliau sepluh kali di waktu padi dan sepuluh kali di waktu sore, ia kan mendpatkan syafaatku di hari kiamat” (HR. Tabrani).
Dalam buku “Muhammad Rasulullah” KH. Husin Naparin, Lc, MA. Mengumpulkan betapa banyak Fadhilat (keutamaan) bagi orang yang bershalawat kepada Nabi akan ia peroleh, yaitu :
1. Memperoleh curahan rahmat dan kebajikan dari pada Allah SWT.
2. Menghasilkan kebaikan, meninggikan derajat dan menghapuskan kejahatan.
3. Memperoleh pengakuan kesempurnaan iman, apabila kita membacanya 100 kali.
4. Menjauhkan kerugian, penyesalan dan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang shaleh.
5. Mendekatkan diri kepada Allah
6. Memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak
7. Menghasilkan syafaat.
8. Memperoleh penyertaan dari malaikat rahmah.
9. Memperoleh hubungan yang rapat dengan nabi. Seseorang yang bershalawat dan bersalam kepada nabi, shalawat dan salamnya itu disampaikan kepada Nabi.
10. Membuka kesempatan berbicara dengan Nabi SAW.
11. Mennghilangkan kesusahan , kegundahan dan meluaskan rezeki.
Mari kita perbanyak shalawat dihari-hari bulan Rabiul awwal dan di bulan yang lain, never die.... Wallahu'alam bish shawab
Hikmah Maulidrrasul saw : Jauhi 5 M
ketika manusia sudah dirasuki oleh keinginan materialisme duniawi, mereka menjadi buta dan tuli akan tata krama Allah dalam hidupnya. Tentu semua ini akan mengakibatkan sesuatu yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, dalam mengarungi sisa kehidupan ini kita sebagai umat Islam tentunya harus menjauhi 5 M. yaitu M = Munafik, M = Miras, M = Maling (mencuri), M = Main Judi, M = Maksiat kepada Allah swt.
1. Munafik adalah sifat yang dimiliki oleh yang mempunyai sifat baik di luar dan jahat dalam hatinya, baik diluar tetapi didalam adalah dendam dan sebagainya. Ada 3 macam ciri orang munafik, yaitu bila berkata-kata dia dusta, bila berjanji dia ingkar dan bila dia diberi amanah dia akan khianat.
2. Miras adalah minuman keras. setiap apapun yang memabukan adalah hukumnya haram. walaupun minuman itu asalnya halal akan tetapi diolah menjadi orang mabuk ketika mengkonsumsi akan menjadi benda haram.
3. Main judi. Judi adalah sesuatu permainan yang berujung ada untung dan rugi bagi orang melakukannya. main kartu misalnya adalah awal dari judi, karena dari situ akan tumbuh kembang-kembang judi yang sesungguhnya. apapun permainan yang berujung kepada judi maka hukumnya haram.
4. Maling (mencuri. mencuri (maling) adalah sebuah kejahatan yang akan berakibat kepada rugi dan rusaknya moral akhlak manusia. seseorang akan menjadai rendah martabatnya dihadapan manusia dan Allah ketika dia berbuat nista tersebut (Mencuri).
5. Maksiat adalah segala perbuatan yang menentang ajaran Allah. perbuatan maksiat sesungguhnya akan menjadikan orang sengsara di dunia dan di akhirat.
Wallahu a'lam bish shawab. (disarikan dari ceramah KH. Syarkawi)
Minggu, 13 Januari 2013
Kenapa Umat Islam menjadi Mundur?
(Abnaul Husna Putri Groub)
Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamin. sejak Islam dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Islam adalah agama yang modern dan maju. akan tetapi sekarang Islam menjadi agama berada dalam kemunduran, artinya masih berada dibawah negara adidaya dan bahkan kalah dengan negara kecil seperti china yang mempunya peradaban yang tinggi. oleh karena, umat Islam sendiri yang menjadi penyebab kemunduran itu. ada beberapa penyebab kemunduran umat Islam yang dikemudkan oleh syekh syakib arsalan:
1. kebodohan yang menyakibatkan tidak dapat membedakan antara yang haq dan batil
2. berpengetahuan tanggung, yang bahayanya lebih buruk daripada kebodohan.
3. kebejatan moral dan kerusakan budi pekerti para tokoh dan pimpinan
4. adanya ulama yang lebih suka mendekatkan kepada para penguasa yang hidup mewah dan bersenang-senang.
5. sifat penakut dan pengecut, padahal generasi sebelumnya adalah umat yang terkenal pemberani dan tidak takut mati.
6. adanya sikap jumud (stagnan) yang mempunyai banyak implikasi bagi umat, misalnya membuka peluang bagi musuh untuk memerangi kemajuan Islam, menyebabkan maraknya kemiskinan, menghambat kemajuan di bidang pengetahuan duniawi, tenggelam dan surutnya referensi Islam sejati (al qur’an dan hadis) membuka peluang lahirnya muslim yang anti islam, menghancurkan islam dengan dalil al qur’an dan hadis, denngan fakta yang diputarbalikan menurut keinginan hawa nafsu-nya, lalu menjadi hujah bagi musuh islam untuk menghantam islam.
(Syekh Syakib Arsalan, limadza ta’akhkhara al-muslimuun wa taqaddama ghairuhum, 1976)
Sabtu, 12 Januari 2013
Pesan Hati di Hari Ahad
Dalam satu minggu, hari Ahad adalah hari yang paling istimewa bagi kami. karena pada pada hari ini kami bisa mengerjakan beberapa hal yang bermanfaat disamping sebagai hari refreshing selama satu minggu kerja di kantor dan di sekolah.
lalu bagaimana dengan anda ? mungkin hal yang sama sesungguhnya dapat dilakukan oleh orang lain dan untuk kita juga dapat melaksanakannya.
Jumat, 27 Juli 2012
Khutbah Jum'at: Puasa dan Kesabaran
الحمد لله الذي فضل شهر رمضان على سائر الشهور، وجعله موسما للمنافسة في الخيرات، والتجارة التي لن تبور. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الرحيم الرحمن، الذي خصَّ شهر رمضان بإنزال القرآن، هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان.
وصلى الله وسلم على عبد الله ورسوله، نبينا محمد الذي لا خير إلا دلّ الأمة عليه وسبقها إليه، ولا شر إلا حذرها منه وكان أبعدها عنه. ورضي الله على آل بيته الطيبين الطاهرين، وصحابته الأئمة المهديين، والتابعين لهم لإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد :
Firman Allah SWT. Dalam Surah AL Baqarah ayat 183 :
ياايهاالدين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب علي الدين من قبلكم لعلكم تتقون
Artinya :“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS.2 : 183)
Tidak terasa bulan Ramadhan telah berada didepan mata kita, terasa bahagia terdetik dalam sanubari menyambut dan menjalaninya. Seakan terdengar di telinga kita sabda Rasulullah SAW yang memberikan kabar gembira bagi orang yang hatinya gembira dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan :
من فرح بدخول رمضان حرمه الله جسده علي النيران
Artinya : ”Barangsiapa gembira dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, maka Allah akan haramkan diri dari jilatan api neraka”.
Hadirin yang berbahagia !
Ramadhan identik dengan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa tersebut. Oleh karena itu dikenal dengan istilah ”Imsak”. Dalam istilah syar’i menahan diri itu disebut dengan istilah ”sabar”. Puasa dan kesabaran merupakan dua hal yang mesti ada dalam kegiatan bulan ramadhan.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :
الصبر نصف الإيمان والصوم نصف الصبر
Artinya : ”Kesabaran itu separo dari iman dan puasa itu separo dari kesabaran”.
Hadirin yang terhormat !
Ketika orang berpuasa, maka segala sesuatu yang membatalkan harus dihindari, seperti makan, minum dan hubungan suami istri. Maka saat itu kesabaran harus ditanamkan dalam diri kita yang sedang berpuasa. Dan sangat tepat sekali dikatakan bagi orang yang sedang berpuasa keimanan menjadi pondasi penting dalam pelaksanaannya. Ini merupakan inti dari ibadah puasa itu, dan panggilan kewajiban berpuasa hanya bagi orang yang beriman. Dalam artinya hanya bagi orang yang mempunyai keimanan dapat melaksanakan ibadah puasa.
Hadirin yang berbahagia !
Kesabaran dalam agama Islam dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu : pertama, sabar dalam beribadah. Kedua; sabar dalam menghindari kemaksiatan. Ketiga; sabar dalam mendapatkan musibah dan ujian.
Hadirin yang terhormat !
Disebutkan dalam kitab ”Hikmatut Tasyri’ wafalsafatuhu” tentang hikmah dari pada puasa itu yang maksudnya saja : Bukanlah puasa itu – hanya sekedar melaparkan diri disiang hari-melainkan maksudnya agar tahu bagaimana rasanya orang lapar- bagaimana sedihnya orang yang menderita kemiskinan – yang akhirnya yang timbullah rasa kasian kepada si miskin-ingin menolong kepada si miskin.
Tetapi saudara-saudara- bukan hanya sekadar agar manusia mengenal kepada si miskin saja- nanum dibalik itu-tersembunyi hikmah yang telah luhur da suci-ialah agar supaya manusia jangan diperbudak oleh kemauan perut-oleh hawa nafsu-yang menjerumuskannya kejurang kehinaan-yang semuanya itu – bersumber pada perut- tegas- jangan sampai manusia hidupnya menjadi ”Abdul Buthun” menjadi ( hamba perut) ”. – yang sangat memuja-muja kepada kehendak perut- sehingga tidak ada lain cita-citanya dalam hidup kecuali ingin makan—sekali lagi – makan.
Makan terus sampai sepenuh-sepenuhnya-sehingga tidak dapat mengerem perutnya sendirinya- suka berlebih-kebihan dalam makan dan minum tanpa mengukur kekuatannya sendiri- sehingga melampaui batas .
Padahal Allah telah berfirman :
كلوا واشربوا ولا تسرفوا ان الله لا يحب المسرفين
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raf : 31)
Hadirin yang terhormat !
Dengan ibadah puasa ini Allah mendidik manusia untuk melenyapkan sifat rakus dan tamak jadi yang melekat pada jiwanya- agar supaya menjadi “Hamba Allah” bukan hamba perut atau sejenisnya- shingga hidupnya berguna bagi diri-berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa dan agama-bahagia di dunia dan di akhirat.
Sehingga sanggup menguasai dorongan nafsunnya –dapat menekan nafsunya-tetapi dapat memegang teguh kesucian –kalau perlu , puasa dalam segala-galanya.
Hadirin yang terhormat !
Puasa dalam segala-galanya pada waktu-waktu yang tertent itulah yang sering disebut puasa yang paling sempurna. Dalam kitab “Barzanzi” bahwa nabi Muhammad SAW bersabda :
يعصي علي بطنه الحجر من الجوع . وقد اوتي مفاتح الخزاءن الارض
“Sering-sering mengganjal perutnya dengan batu karena lapar-padahal beliau memiliki kunci gedung keduniaan”.
Oleh karena itu, sebenarnya puasa itu, merupakan santapan rohani bagi jiwa yang lemah-merupakan rabuk bnagi rohani yang kurang subur. Untuk membasmi segala kutu-kutu –kuman-kuman – yang meyebabkan jiwanya menjadi sakit-dengan singkat-puasa itu untuk menyehatkan rohani manusia –sehingga membuathkan ‘Taqwallah” berbakti kepada Allah SWT.
Hadirin yang terhormat !
Inilah satu di antara beberapa hikmah yang terkandung dalam ajaran puasa itu – satu ini saja jika kita sadari maka akan kita akan yakin bahwa :
Bilamana puasa itu dilakkukan dengan sebaik-baiknya tentu akan menimbulkan rasa belas kasihan kepada si miskin membiasakan diri berdisiplin dalam seghala hal – tunduk kepada peraturan –tunduk kepada hukum-tanpa ada rasa tertekan.
Akhirnya- jiwa yang menjadi kuat-tabah, tahan uji menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup. Marilah kita hadapi bulan ramadhan tahun ini dengan khusyu’ dengan rasa hormat menghormati demi kesucian agama- dengan khidmat dan ikhlas. Bolehlah kirannya bulan puasa itu kita ibaratkan –laksana suntikan yang manjur bagi jiwa yang sedang sakit –laksana suntikan yang dapat menyembuhkann hati yang sedang risau. Suntikan untuk memperkuat iman. Suntikan untuk membangun semangat berbakti kepada masyarakat-nusa, bangsa dan agama-berjiwa patriot.
Mudah-mudahan puasa kita selama ini diterima Allah swt. ’amalan mutaqabbala’ amal yang makmul indallah. Amin ya raabbal ’alamin.
---------------------------------------------------------
• Disaampaikan pada hari jum;at, 7 Ramadhan 1433 H/26 Juli 2012 M
• Dimasjid ”Syuhadaa” Lampihong kiri – Balangan Kalsel.












