This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 27 November 2010

GURU (sebuah Renungan Hari Guru tahun 2010)

Tanggal 25 Nopember 2010 ini seluruh guru di Indonesia telah memperingati "Hari Guru" . Di satu sisi ada yang suka ria akan kehadirannya, tetapi di sisi lain ada yang masih berduka. Hari guru tahun ini merupakan sebuah kegembiraan bagi guru yang mempunyai kesejahteraan yang memadai, karena memperoleh tunjangan "sertifkasi", dan gaji yang sudah mapan. akan tetapi sisi lain, ada guru yang sampai saat ini belum merasakan manisnya sebagai guru "gaji" yang belum memadai "sebagai tenaga honorer".
Pada sungguh tugas guru, baik yang PNS maupun honorer adalah sama, yakni memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anak didiknya, dalam pengertian yang lebih spesial guru sebagai Change of behavior terhadap peserta didik. Akan tetapi, tuntutan sangatlah ditekankan kepada guru yang sudah profesional untuk lebih mantap dan serius dalam tugas pokoknya sebagai Guru.
berbicara tentang guru yang profesional, ada beberapa kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh seorang guru, yakni sebagai berikut:
1) mempunyai komitmen pada peserta didik dan proses belajarnya;
2) menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada peserta didik;
3) bertanggung jawab memantau hasil belajar peserta didik melalui berbagai macam cara evaluasi;
4) mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya;
5) seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar (learning community) dalam lingkungan profesinya (Supriadi, 1988).

Guru adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab dan peran serta fungsi yang khusus. Ada beberapa tanggungjawab guru antara lain:
a. Tanggungjawab moral
b. Tanggungjawab dalam bidang pendidikan di sekolah,
c. Tanggungjawab dalam bidang kemasyarakatan,
d. Tanggungjawab dalam bidang keilmuan.

Adapun Peran dan fungsi seorang guru secara singkat adalah sebagai berikut:
a. Sebagai pendidik dan pengajar,
b. Sebagai anggota masyarakat;
c. Sebagai pemimpin (leader)
d. Sebagai administrator;
e. Sebagai pengelola pembelajaran.
Setelah terbitnya Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, peran dan kompetensi guru sangatlah ditekankan dan memiliki pekerjaan khusus dengan melaksanakan prinsip-prinsip sebagai berikut guru harus memiliki:
a. bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme;
b. komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia;
c. kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya;
d. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan tugasnya;
e. tanggungjawab atas pelaksanaan keprofesionalan;
f. memperoleh penghasilan yang memadai;
g. memperolegh kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan sepanjang hayat;
h. memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya;
i. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

dengan demikian seorang guru dalam melaksanakan  tugasnya terlindungi dan terjamin baik perlindungan hukum, maupun memperoleh tunjangan yang memadai. semoga dengan adanya UU Guru dan Dosen ini segala apapun yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh Guru akan terayomi dan terlindungi.
Akhirnya, selamat berulang tahun Guru tahun 2010 ini. tetap mengabdi untuk selalu mendidik anak bangsa ini menjadi lebih berkualitas dan berakhlak mulia. Amin.

Jumat, 26 November 2010

Memahami Makna Haji Mabrur

Tak lama lagi Jamaah haji Indonesia selesai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah (manasik) haji, ini berarti mereka akan segera berkemas untuk meninggalkan tanah haram kembali ke tanah air. dan secara otomatis mereka akan mendapatkan satu gelar baru yakni al hajj (bagi laki-laki) dan Al Hajjah (bagi wanita).
kewajiban ibadah memang pada intinya adalah memenuhi panggilan Nabiyullah Ibrahim as. dan menjadi Tamu Allah (dhuyufullah) di tanah suci. ketika mereka yang berhaji serangkaian ibadah telah dilakukan dengan berbagai macam niat dan tujuan. akan tetapi niat yang sangat di utamakan adalah Ikhlas karena Allah SWT. dan mengharapkan ibadah hajinya menjadi haji yang Mabrur.
Haji Mabrur adalah haji yang betul-betul diterima oleh Allah SWT, para malaikat, manusia dan dirinya sendiri. dalam pengertian, sesungguhnya orang yang mendapat haji yang mabrur, harus hajinya Maqbul. Maksud maqbul tiada lain adalah seluruh syarat dan rukun haji telah ditunaikannya dan semuanya ini dilakukan di tanah suci Mekkah. akan tetapi yang namanya haji Mabrur adalah sudah dibuktikan setelah mereka para "Haji" dan "hajjah" tadi menjalani kehidupan di tanah air. sehingga, akan nampak oleh dirinya, masyarakat dan Allah apakah dia benar-benar menjadi Haji mabrur tersebut. keshalehan individual ia lakukan dan tidak menafikan keshalehan sosial.
dan sebaliknya, akan terlihat sekali jika seorang datang berhaji perilakunya tidak ada perubahan yang memadai, bahkan menurun menjadi orang yang "dibawah standar keshalehan".
mudah-mudahan ibadah haji yang kita lakukan benar-benar memberikan "makna" bagi orang lain, wabil khusus bagi masyarakat sekitar, amin.
"Allahumma ya Allah, ij'alna hajjan mabruraa, zanban magfura, wa tijaaratan lan tabuuraa birahmatika ya Allah ya zal jalali wal ikraam" Amin.

Senin, 01 November 2010

Makna Angka 26

1 November 2010

MAKNA ANGKA 26

“Watak para penyair jaman Rasulullah itu dijelaskan diantaranya pandai bicara namun tak sesuai antara kata dan perbuatan, dengan kepandaian bicaranya mereka suka memutar balikkan fakta, serta tidak mempunyai pendirian.”


Di bulan Oktober 2010, publik sedang ramai membicarakan angka 26, karena belum lama berselang pada tanggal 26 Oktober 2010 terjadi letusan gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menewaskan puluhan orang termasuk ‘Sang Suraksohargo’ (Kuncen; Penunggu Gunung) yang legendaries, Mbah Maridjan.

Sebetulnya, pada waktu yang nyaris bersamaan, di bulan Oktober 2010, bumi Indonesia diterjang beberapa musibah besar lain, yakni tsunami di Mentawai (Sumatera Barat) yang mengambil korban lebih dari 600 orang tewas atau hilang dan air bah di Wasior (Papua Barat) yang korbannya tak kurang dari ratusan nyawa pula. Ketika bencana-bencana tersebut terjadi, di Ibu Kota Jakarta terjadi tragedi lainnya, yakni hujan ekstrim berhari-hari yang menyebabkan banjir di banyak titik… Jakarta kacau, demikian beberapa media massa besar memberitakan.

Mengapa angka 26 begitu menarik perhatian ? Karena selain letusan Merapi terjadi pada tanggal 26, ternyata bencana-bencana besar yang telah lalu pun terjadi pada tanggal 26, diantaranya tsunami di Aceh serta gempa di Yogyakarta dan Tasikmalaya.

Sehubungan bencana-bencana besar yang terjadi pada tanggal 26, seolah Tuhan menyampaikan pesan melalui angka tersebut. Lalu apakah makna angka 26 ?

Sebagai seorang muslim, salah satu rujukan saya dalam upaya menguak misteri angka tersebut adalah Qur’an. Sebagai kitab suci, susunan mushaf Qur’an diyakini memiliki makna penting, bukan asal mengurutkan. Sehubungan dengan angka 26, surat Qur’an ke-26 adalah surah Asy Syu’araa’, yang berarti ‘para penyair’. Surah Asy syu’araa diturunkan di Makkah pada periode Rasulullah menanamkan ajaran-ajaran dasar agama, yaitu tauhid.

Kata “asy syu’araa’ “ terdapat pada ayat ke-224 surah tersebut, yakni ayat yang secara khusus menjelaskan kedudukan para penyair di jaman Rasulullah Saw. Pada ayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah bukanlah penyair, dan akhlak Rasulullah sangat berbeda dengan watak para penyair jahiliyah tersebut.

Watak para penyair jaman Rasulullah itu dijelaskan diantaranya pandai bicara namun tak sesuai antara kata dan perbuatan, dengan kepandaian bicaranya mereka suka memutar balikkan fakta, serta tidak mempunyai pendirian.

Selain berisi tentang watak para penyair, pokok kandungan surah Asy syu’araa juga menyebutkan tentang kebinasaan, bahwa kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
Ternyata dalam beberapa surah dalam Al Qur'an setiap kita buka ayat 26, Allah memberikan berbagai macam peringatan dan ancaman bagi umat-umat yang terdahulu.  

Refleksi :

Makna 26 mungkin teguran Tuhan kepada kita yang berwatak tak ubahnya penyair di jaman jahiliyah, yakni pandai bicara namun banyak bohongnya; makin pandai bicaranya, makin pandai pula memutar balikkan fakta … kita tak punya integritas : kata tak sesuai dengan perbuatan ! 

Sabtu, 16 Oktober 2010

Memory 15 Oktober 2010

Saat malam menerpa wajah nan indah
ku terpaku dalam sepi
derita dan bahagia kian membayangi
hari-hari yang jauh dan sunyi
ku melangkah di antara kerikil-kerikil asa
berteduh dalam mimpi
berdiri dalam titian shirath keabadian
menuju nikmatya alam mada
semoga .....



banjarmasin 15 oktober 2010

Selasa, 12 Oktober 2010

Satu Jam di Masjid Istiqlal Jakarta

Tepat jam 08.30 WIB Selasa, 12 Okt. 2010 kami Peserta Lomba Kreasi Model Pembelajaran PAI Berbasis ICT GPAI SD, SMP,SMA/SMK tingkat Nasional tahun 2010 bersama rombongan dari kalsel berangkat dari Hotel Golden Boutique Angkasa jakarta Pusat menuju sebuah masjid bersejarah dan terkenal seantero dunia...o ya Asia kale...Masjid Istiqlal jakarta. pertama-tama tidak ada kata yang terucp oleh aku selain "subhanallah dan Allahu akbar" masjid yang sungguh megah dan sejuk. di awal masuk kami sudah disuguh oleh potografir yang menawarkan photo bersma, terlihat dari depan taman Masjid yang amat indah dan rapi. Masjid ini sungguh merupakan sebuah masjid yang mengutamakan dan sdar terhdap lingkungan dan kerindangan, di sudut Masjid ada sebuah kalimat yang dikutip dari hadits Nabi Muhammad SAW. yang berbunyi : "In Qaamatil Qiyamatu wa kaana fii yadi ahadikum Fashilatn falaa yasgulhu Haulus saa'ati min gharsihaa" ( the Apostle Muhammad (PBUH) said: "Cultutive the seeds, even though the judgment day willcome tomorrow" yang artinya: "TANAMLAH BENIH PEPOHONAN WALAUPUN BESOK HARI KIAMAT" (Hadits). 
sungguh sebuah hadits yg sangat menghargai sebatang pohon untuk segera di tanam walaupun esok hari adalah hari kiamat. 


"ini penulis berada di lobby hotel saat mau tampil presentasi"

setelah beberapa menit kami menuju ruang wudhu yang berada di lantai dasar, dan terus menuju lantai 2 yaitu ruang induk masjid itu, kami shalat dua rakaat shalat tahiyyatul masjid dan shalat dhuha karena pas jam itu afdhal shalat dhuhaa...aku mencoba shalat ditempat imam masjid, dengan niat atsar para alim ulama yang di amanati untuk menjadi Imam besar itu. terasa sekali aku melaksanakan shalat di ruang trsbut sungguh tenang dan tepat sekali untuk i;tikaf munajat kepada Allah SWT. 

Pembelajaran berharga 
Ada sebuah pembelajaran yang sangat berkesan bagi penulis, ketika menuju ruang induk terlihat jelas betapa kecilnya hamba ini, sungguh maha besar Allah yg telah memberikan kepda bangsa ini sebuah Masjid yg sangat Besar sebesar umat Islam di Indonesia .....
Niat untuk terus berjuaNg

, Ketika shalat di masjid ini tepatnya tahun 2006 penulis berniat dan berdo'a di masjid untuk terus berjuang menegakkan Agama Allah, dan ssekaligus dimudahkan Allah untuk datang lagi ke masjid terbesar ini, Allah baru tahun ini Allah berikan itu ....ya Allah berikan lah kepda hamba, keluarga hamba, kwan-kawan hamba, anak didik hamba utk bs shalat di tempat ini.....

Jakarta, 13 Oktober 2010

Rabu, 15 September 2010

Satu Jam di Bendungan Damar Lima

Saat gerimis menerpa wajah ini, ku tancap gas menuju sebuah perkampungan yang berada di daerah kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah laut, persisnya desa Damar Lima....sekitar satu jam setengah dengan mengendarai sepeda motor ...walaupun jalannya yang begitu becek...aku bersama keluarga, isteri, anak-anakku tercipta meluncur menuju sebuah bendungan yang ada di daerah tersebut.
                          (ini adalah gambar aku dan keluarga di atas bendungan Damar Lima)

Bendungan ini adalah bendungan yang merupakan tempat pengairan untuk sawah para petani yang ada disekitar bendungan ini.
                                          ieh emangnya kedinginan ya .......heheeeee.......!!!?

Bendungan ini disamping sebagai sarana irigasi untuk persawahan, juga sebagai tempat santai atau rekreasi keluarga lah ...cuz tempat ini sangatlah strategis dan nyaman guna bersantai bersama keluarga...apalagi pada hari raya tadi 1431 H ini sungguh sangat banyak yang menyempatkan tempat bendunngan ini untuk asyik santai ...bersama family and ...........???


                                          waduh miring ...emangx bumi berputarrrrrrrrrr yyaaaaaaaaaaaaa......????!!!

Sungguh...Maha besar Allah yang telah memberikan bumi alam semesta ini sebagai sebuah bukti penciptaan-Nya dan keberadaan-Nya...,subhanallah ....

bendungan ini juga merupakan tempat masyarakat sekitar untuk bertani ikan, budidaya ikan,...juga sebagai tempat Maunjun ....alias memancing gto lho ..............

semoga ini bermanfaat and bisa berkunjung ke sana ...asyik lho ....

Damar lima, 12 September 2010/1431 H.

                                     Mana senyumnya ....he eeeeeeeeeeeee.....met lebaran ya ....

Ikan kakap Ikan patin ...Mohon Maaf lahir Bathin ....1431 H.. Minal Aidin walaaaaaaaaaaaaa faaizin ....

Selasa, 31 Agustus 2010

Masjid Nurul Huda Jorong

Salah satu mesjid tertua  yang berada di Kalimantan Selatan adalah Masjid "Nurul Huda" Desa Jorong Kab. Tanah laut. Masjid ini  didirikan sekitar tahun 1935 an, dan sudah beberapa kali mengalami pemugaran dan renovasi. dan saat akan dilaksanakan renovasi besar-besaran dan akan memerlukan dana yang cukup banyak. Masjid ini berkaitan sekali dengan seorang Datu yang diperkirakan sebagai seorang pendiri kampung Jorong yakni Datu Timang. sekingga jalan menuju ke Masjid ini bernama Datu Timang. dan makam beliau juga berada di samping kiri masjid ini.